Rabu, 17 Desember 2008

Bulan Tak Bercahaya

Di malam yang dingin
Ku berdiam diri tanpa seorang kawan
Hanya menatap awan hitam tak bertabur bintang

Terdiam tanpa kata
Menatap dengan tatapan hampa
Kekosongan yang menerpa disetiap harinya

Kesedihan terus menerpa
Dan bermuka di depan kawan, seperti tak terdapat beban
Dan bermuka di depan cermin, dengan wajah muram bagai bulan tak bercahaya

Dikala

Ada saatnya aku merasa ingin sendiri…
Ada saatnya aku ingin bersama kawan…
Dan ada saatnya pula aku menginginkan belai kasih seorang adam

Ada saatnya ku menunjukkan rasa sedihku…
Ada saatnya ku menunjukkan sikap tegar di hadapan kawan…
Dan ada saatnya pula aku ingin menunjukkan kesedihanku pada seorang adam

Dikala kawan senang, ku akan di sana…
Dikala kawan sedih, ku akan di sana pula…
Tapi, dikala ku sedih, akankah seorang ku sayang kan mendampingiku?

Disaat kawan membutuhkan, ku akan di sisinya…
Disaat kawan menangis, ku akan menjadi pundaknya…
Namun, disaat ku tertimpa hamparan masalah, akankah seorang ku sayang kan meminjamkan pundaknya padaku?

Aku

Aku…
Seorang yang tampak bersinar
Seorang yang tak menampakkan kesedihan
Di depan banyak kaum
Aku…
Seorang yang tak mampu hidup seorang diri
Seorang yang selalu meneteskan air mata

Aku…
Seorang yang lemah
Lemah pada diri sendiri
Lemah pada kesendirian

Aku…
Yang hanya dapat merasakan kesedihan seorang diri
Yang selalu menangis pada kesendirian

Aku…
Hanya bisa bercerita pada kesedihan dan kehampaanku
Hanya dapat berteman dan berdamai dengan kesendirian

Pintu Hatiku

Dikala pintu hati yang tertutup
Satu sosok muncul dihadapanku
Ia membuatku bahagia
Ia membuatku nyaman

Namun, dikala pintu hati telah terbuka kembali
Sosok itu menghilang
Yang tertinggal hanya kabut
Luka yang pernah tertoreh pada hati
Kini kembali menganga

Perih…
Bagai goresan luka yang tertutup
Dan kini kembali terbuka

Kini yang tersisa hanya puing-puing hati
Yang tak berbentuk
Haruskah aku kembali percaya pada cinta?
Ataukah aku harus membuang kepercayaanku pada cinta?

Sabtu, 13 Desember 2008

Memandang Tangisan Sang Hawa


Malam ini adalah malam keseribunya
Ku berada tanpa ada kawan yang mendampingi
Langit bagai kanvas tanpa goresan dari Sang Pelukis

Tangisan sang hawa tak terdengar
Sungai t’lah mengering
Hanya hamparan kosong mengeras

Bagai boneka salju yang hanya berdiam diri
Berdiri tak bergerak dan dingin memandang
Bagai pepohonan yang t’lah menguning daunnya

Keadaanlah yang membuatku seperti ini
Keadaanlah yang patut kusalahkan
Kar’na itulah aku begini

Bagai pintu dimensi yang dapat kulalui sesuka hati
Melewati berbagai masa demi masa yang t’lah terlewati
Melewati hamparan sungai mengering

Bercermin pada sang hawa yang menangis
Atas kesalahan yang ia perbuat
Apakah seperti itu?

Jumat, 12 Desember 2008

in my life...

didalam kehidupan pasti ada banyak sekali uraian kisah-kisah yang dapat dijadikan sebagai pelajaran dalam mencapai suatu masa yang cerah...
didalam kehidupan juga pasti ada banyak sekali cerita tentang cinta yang mampu membuat kita dapat menangis tersedu-sedu akibat melihat film roman ato membaca novel yang bergenre roman...
sehingga hal itu mampu menyihir kita untuk mengharapkan adanya cerita cinta seperti yang terdapat didalam film tersebut ato novel tersebut...
dan aku pun mengharapkan adanya cerita roman yang seperti aku lihat di film-film dan novel-novel roman...
aku menginginkan cerita cinta yang dapat menggugah hati seseorang untuk dapat mempertahankan cintanya dan dapat menjadikan inspirasi untuk mereka yang terkena panah dewa asmara...
tetapi, ternyata hal itu hanya bullshit belaka!!!
sampai detik ini aku masih belum memiliki seseorang yang dapat mengisi hari-hariku dan akhirnya aku juga masih belum bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang nantinya akan menjadi saksi cerita cinta ku...
mungkin sebagian orang mengatakan bahwa aku adalah gadis yang pemimpi...
gadis yang memimpi kisah cinta yang sebenarnya tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi didalam hidup kita...
namun, aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang-orang mengenai pendapat mereka...
aku masih dan akan terus percaya dengan kisah-kisah seperti pasti terjadi...
so, how can we believe that??
bagaimana caranya kita dapat meyakini kisah itu pasti terjadi???
hanya ada satu jawaban...
yaitu...
tetapkan hati untuk mempercayai bahwa semua itu akan terjadi seperti yang kita inginkan...