Rabu, 17 Desember 2008

Pintu Hatiku

Dikala pintu hati yang tertutup
Satu sosok muncul dihadapanku
Ia membuatku bahagia
Ia membuatku nyaman

Namun, dikala pintu hati telah terbuka kembali
Sosok itu menghilang
Yang tertinggal hanya kabut
Luka yang pernah tertoreh pada hati
Kini kembali menganga

Perih…
Bagai goresan luka yang tertutup
Dan kini kembali terbuka

Kini yang tersisa hanya puing-puing hati
Yang tak berbentuk
Haruskah aku kembali percaya pada cinta?
Ataukah aku harus membuang kepercayaanku pada cinta?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar