Dikala pintu hati yang tertutup
Satu sosok muncul dihadapanku
Ia membuatku bahagia
Ia membuatku nyaman
Namun, dikala pintu hati telah terbuka kembali
Sosok itu menghilang
Yang tertinggal hanya kabut
Luka yang pernah tertoreh pada hati
Kini kembali menganga
Perih…
Bagai goresan luka yang tertutup
Dan kini kembali terbuka
Kini yang tersisa hanya puing-puing hati
Yang tak berbentuk
Haruskah aku kembali percaya pada cinta?
Ataukah aku harus membuang kepercayaanku pada cinta?
Satu sosok muncul dihadapanku
Ia membuatku bahagia
Ia membuatku nyaman
Namun, dikala pintu hati telah terbuka kembali
Sosok itu menghilang
Yang tertinggal hanya kabut
Luka yang pernah tertoreh pada hati
Kini kembali menganga
Perih…
Bagai goresan luka yang tertutup
Dan kini kembali terbuka
Kini yang tersisa hanya puing-puing hati
Yang tak berbentuk
Haruskah aku kembali percaya pada cinta?
Ataukah aku harus membuang kepercayaanku pada cinta?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar